Seorang kakek tua menunggu sebuah perahu untuk menyeberang sungai besar berair deras. Rupanya, si kakek hendak pulang. Dia baru saja datang membeli sandal baru di desa seberang. Sandal baru itu sedang dipakainya. Sesekali si kakek
melihat sandal barunya, merasa senang dan merasa cocok dengan sandalnya. Sebuah perahu datang ke arahnya dan berhenti di depannya. Si kakek terburu-buru melompat ke atas perahu itu dan nasib buruk menimpanya “plok…” sandal barunya yang sebelah kiri terjatuh ke sungai. Air begitu deras, si kakek tidak mungkin turun untuk mengambil sandal barunya yang hanyut itu. Tanpa berpikir panjang si kakek menunduk, mengambil sandal sebelah kanan dan melemparnya ke arah sandal kiri yang telah hanyut terbawa air.
“Kenapa dibuang, kek?” tanya seorang penumpang. Dengan tenang si kakek berkata, “Sandal saya yang sebelah kiri terjatuh, saya buang sandal sebelah kanan itu karena berharap akan ada orang yang menemukan keduanya dan bisa memanfaatkannya…”
Itulah tindakan orang yang tidak menjadi budak harta. Dia tidak terikat oleh benda. Si kakek tidak menyimpan sandal sebelah kanan karena dia tahu bahwa sandal yang hanya sebelah tidak akan berguna. Orang yang menjadi budak harta pasti akan berpikir, “saya yang telah membelinya, maka saya tidak akan membiarkan orang memakainya pada saat saya telah kehilangannya.”






0 comments:
Post a Comment